Pada suatu hari, ada seorang gadis cantik yang masih berusia 20th. Nama gadis itu adalah Ayu, ia tinggal disebuah perkampungan kecil yg ada di kota bandung. Ayu tinggal bersama ayah dan ibunya. Ayahnya bekerja sebagai pembersih sawah seorang juragan kaya yang ada di desanya dan ibunya bekerja sebagai pencuci keliling, sedangkan Ayu hanya menganggur dirumah. Ia tidak tahu mau bekerja apa, karna ia hanyalah murid tamatan SMP.
Keesokan harinya, Ayu meminta izin kepada ayah dan ibunya untuk mencari pekerjaan di ibukota Jakarta. Kedua orang tuanya pun ragu memberikan izin kepada Ayu, karena mengingat kalau Ayu hanyalah murid tamatan SMP. Didesa saja tidak ada yg mau menerima Ayu, apalagi di ibukota?
Karena ayah dan ibunya kasian kepada Ayu, maka mereka memberikan izin kepada Ayu untuk mencari pekerjaan di jakarta.Ibu Ayu sangat cemas dengannya, karena Ayu adalah anak satu-satunya yang sangat ia cintai.
*DiJakarta*
Setibanya di Jakarta, Ayu langsung saja mencari kontrakan untuk ia tinggal. Setelah mendapatkan kontrakan Ayu pun langsung berkeliling kota Jakarta untuk mencari pekerjaan walaupun dengan rasa lelahm, tetapi Ayu tidak pantang menyerah demi ayah dan ibunya.
Sebulan kemudian, Ayu pun tak juga mendapatkan pekerjaan. Sekali ia melamar pekerjaan orang perusahaan itu langsung menolaknya karna ia hanyalah seorang tamatan SMP. Hari demi hari telah ia lewati, tapi pekerjaan tak kunjung datang, sampai-sampai uang Ayu habis tak tersisa. Ia bingung harus bagaimana sedangkan besok ia harus kembali ke kampung halaman. Ia tidak mungkin tidak membawa uang untuk ayah dan ibunya.
Danp pada akhirnya, ia pum menjual 1 ginjalnya kerumah sakit dengan harga Rp.200.000.000. kemudian ia pulang kedesa dengan menggunakan kereta api. Sesampainya di desa ia langsung mencari kedua orang tuanya. Dengan rasa bangga ia memperlihatkan uang yang ia hasilkan dari menjual ginjal, tetapi ia tidak memberitahu kalau uang yang ia dapatkan dari hasil ginjalnya sendiri. Saat ibunya bertanya "darimana kamu mendapatkan uang sebanyak ini nak?" ia langsung menjawab "aku mendapatkan uang ini dari hasil kerkja ku bu, aku bekerja disebuah pabrik besar dijakarta".
Hari demi hari ia lewati disebuah desa kecil, semakin lama badan Ayu semakin lemah sampai-sampai ia tidak sadarkan diri. Saat ia tersadar, ibunya langsung saja bertanya"apa yang terjadi padamu nak?"sambil menagis. Ayu pun menjawab "ibu, ayah maafkan aku. uang yang aku dapatkan karna aku menjual ginjalku". Ayah dan ibunya pun terkejut.
Kemudian ibunya pergi meninggalkan rumah itu, sedangkan Ayu ditemani oleh ayahnya. Keesokan harinya datanglah seorang dokter yang ingin mengajaknya ikut kerumah sakit untuk melakukan operasi pemasangan ginjal. Ayu pun bingung, darimana dokter itu bisa melakukan pemasangan ginjal tanpa biaya sepersenpun.
Setelah operasi itu berhasil, datanglah seorang suster memberikan amplop yang berisi surat dari ibunya.
"Anakku sayang, mungkin kau bertanya siapalah orang yang memberi mu ginjal? Akulah orangnya nak, aku yang memberimu 1 ginjalku. Ibu ingin kau selalu sehat, ibu tidak ingin melihatmu menderita. Kau jagalah ke 2 ginjalmu itu an jangan kau sia-siakan. Ayu tolong kau jaga ayah baik-baik kau turuti perintahnya, karena ialah yang akan merawatmu. Maafkan ibu nak, ibu hanya bisa menulis surat ini, karena ibu tidak ingin melihat kau menangis saat aku berbicara langsung di depanmu. Ini adalah surat terakhir ibu, karena ibu tidak akan kembali untuk selama-selamanya".
Ayu pun langsung menangis, ayahnya hanya bisa berkata sabar karena ayah nya pun juga tak rela kehilangan istrinya tercinta. Ayu menyesal telah menjual ginjalnya, kalai saja ia tidak menjual ginjalnya demi kebahagiaan sesaat mungkin saja kejadian ini tidak akan terjadi dan ia juga tidak akan kehilangan ibunya. Tetapi Ayu tidak akan menyerah untuk membahagiakan ayahnya dan ibu nya yang sudah disurga.
-Cukup sekian:) maaf kalau tidak menarik ceritanya-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar